Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Supermoon di Dunia Selama Tahun 2013 yang Menakjubkan

Pada tanggal 23 Juni 2013, terjadi penampakan bulan purnama yang menakjubkan. Bukan hanya menjadi bulan purnama terdekat dan terbesar tahun ini, juga menjadi pertemuan bulan yang paling dekat dengan Bumi pada tahun 2013. Bulan tidak akan sedekat ini lagi sampai 10 Agustus 2014.

Para astronom menyebut bulan purnama ini sebagai bulan purnama perigee. Kata perigee menggambarkan titik terdekat bulan ke bumi pada waktu tertentu.

Kata supermoon tidak datang dari astronomi. Sebaliknya, itu berasal dari astrologi. Ada tiga bulan penuh (fullmoon) pada tahun 2013 yang memenuhi definisi suatu supermoon, yaitu pada bulan Mei, Juni dan Juli. Tapi 22 - 23 Juni adalah yang paling super, menurut para astronom.

Di bawah ini Agan akan menemukan hari bulan terdekat dengan bumi dari 2011-2016:
2011:19 Maret - 356.575 km
2012: 6 Mei - 356.955 km
2013: 23 Juni - 356.991 km
2014: 10 Agustus -356.896 km
2015: September 28 - 356.877 km
2016: November 14 - 356.509 km
Di galeri di bawah ini Agan akan menemukan beberapa gambar indah Supermoon tahun ini. Untuk lebih lanjut, ada grup Flickr mengenai Supermoon 2013 yang dibuat oleh NASA yang memiliki ratusan lebih gambar indah untuk memenuhi kesenangan Agan. Sebuah pencarian cepat untuk '2013 Supermoon' juga akan menghasilkan beberapa hasil yang fantastis! [Sumber: EarthSky.org]

1. Mount Diablo State Park, California


2. Unknown Place





3. Centennial Mountains WSA, Montana




 4. Unknown Place





5. Marina Bay Sands Skypark, Singapore




6. Singapore




7. Basilica of Superga, Turin, Italy




8. Washington D.C.




9. South of Seattle, Washington




10. Washington Monument








Legenda Li Ching Yuen, Pria Berusia 256 Tahun






Pada Mei 1933, majalah The New York Times dan Time memberitakan kematian seorang kakek tua yang berasal dari China bernama Li Ching Yuen. Yang menjadi perdebatan adalah umurnya. Li Ching Yuen mengaku bahwa dia lahir pada tahun 1736. Dengan demikian berarti dia berusia 197 tahun pada hari kematiannya.

Seperti dikutip dari apakabardunia.com, beberapa ilmuwan China yang penasaran mulai bekerja untuk menyelidiki kebenarannya. Profesor Wu Chung Chien dari universitas Minkuo menemukan data yang membuktikan bahwa usia Li bukanlah 197 seperti yang dikatakan oleh li sendiri

Wu Chung Chien menemukan sebuah catatan dari kerajaan Cina yang memberikan ucapan selamat kepada Li Ching Yun atas ulang tahunnya yang ke-150 tahun pada tahun 1827. Apabila pada tahun 1827 ia berulang tahun ke-150, maka itu berarti catatan kerajaan menunjukkan bahwa Li lahir pada tahun 1677 dan saat meninggal di tahun 1933, ia berumur 256 tahun.

Ia telah hidup melewati sembilan kaisar pada dinasti Qing selama 256 tahun. Ia menjadi manusia terlama hidup yang pernah dicatat sepanjang sejarah modern. Walau kebenarannya masih jadi tanda tanya besar dan diragukan oleh banyak peneliti – terutama oleh kritisi dunia barat.

Kita tidak tahu pasti kebenaran dari riwayat hidupnya yang bercampur dengan legenda, rumor dan dongeng tersebut. Satu-satunya fakta ialah bahwa ia seseorang yang nyata dan hidup sehat sampai usia yang sangat tua, jauh lebih tua daripada orang-orang lainnya.

Riwayat Master Li
Li Ching Yuen (Li Ching Yun) lahir di Chi Jian Hsien, pegunungan propinsi Szechuan, China. Sejak usianya 10 tahun, ia sudah berkelana ke Kansu, Shansi, Tibet, Annam, Siam, dan Manchuria untuk mengumpulkan tanaman obat.

Ia menghabiskan tujuh puluh tahun pertamanya mengelilingi China untuk mengumpulkan dan menjual obat-obatan herbal. Dalam perjalanannya, ia juga menguasai ilmu beladiri, chi kung, dan ahli tanaman herbal, termasuk ginseng, Asiatic pennywort, dan wolfberry China. Selama hidupnya, Li dikenal sebagai seorang herbalis dan ahli kungfu.

etika berumur tujuh puluh satu tahun, Li pindah ke Kai Hsien, bekerja sebagai ahli strategi militer dan guru seni beladiri untuk Angkatan Darat China selama 170 tahun. Pada tahun 1927, Jenderal Yang Sen mengundang Li untuk tinggal bersamanya sehingga ia bisa mempelajari rahasia Li yang dapat menghambat penuaan usianya.

Setahun kemudian, Li kembali ke rumahnya untuk tinggal bersama isterinya yang ke-24. Beberapa sumber mengatakan bahwa Li telah menguburkan 23 Istri dan pada saat meninggalnya ia hidup bersama istri ke 24. Dari ke-24 istrinya, Li memiliki anak cucu hingga 11 generasi dan berjumlah sekitar 200 orang. Walapun usianya sudah 200 tahun lebih, namun dalam pandangan orang-orang ia kelihatan seperti seseorang yang berusia 60-an.

Menjelang kematiannya di tahun 1933, Li berkata kepada seorang sahabat,”Aku telah menyelesaikan semua hal yang harus diselesaikan di dunia ini, sekarang aku akan pulang.” Dan tepat, Li Ching Yun meninggal tidak lama setelah itu pada tanggal 06 Mei 1933.


Misteri Permintaan Tumbal "Ayam Sekandang" Di Rawa Pening






Pada tahun 1970-an, seorang sesepuh desa kami yang juga memiliki padepokan silat tenaga dalam dan pondok pesantren, sebut saja pak T (alm.), mendapat wangsit dari kakek penghuni kerajaan Rawa Pening berjenggot panjang. Dalam wangsit yang terus didapatnya selama tiga hari berturut-turut tersebut, kakek utusan kerajaan Rawa Pening meminta tumbal "pitik sak kandange" atau dalam bahasa Indonesia ialah ayam sekandangnya. Tentu saja Pak T bingung, apa yang dimaksud dengan ayam sekandang ini, bahkan ada yang mengaku melihat iring-iringan pasukan berkuda jaman kerajaan di jembatan utama.




Berdasarkan keterangan ibu ku yang pada waktu itu masih berumur 12 tahun, terdengar tabuhan gamelan yang sangat semarak, seolah-olah Rawa Pening akan mengadakan hajatan besar. Hingga sekitar tiga hari kemudian, ada dua orang penduduk desa Tuntang yang menaiki bus Palapa dari Semarang hendak turun di sekitar jembatan utama. Tetapi, sopir dan kernet menolak untuk menurunkan kedua penumpang itu disana karena tempat itu lokasinya tepat di tengah pertemuan dua turunan tajam (kalo anda pernah melalui jalan raya Solo Semarang, pasti melewati jalan ini. Jadi baik dari arah Solo maupun arah Semarang keduanya menurun tajam dan bertemu tepat di jembatan utama ini, seperti melewati lembah).




Pada waktu itu memang sudah umum terjadi bis-bis menolak untuk menurunkan penumpang di sana. Oleh sopir dan kernet bus palapa, dua orang ini diturunkan di daerah kebun kopi bernama Bawen. Salah seorang dari penumpang itu adalah kakek tua renta. Ketika hendak diturunkan di Bawen, kakek itu dengan marah dan lantang berteriak "dadi ngene ya carane? (jadi begini ya caranya?)". Kemudian terjadilah kecelakaan maut itu...

Ketika melewati jembatan utama Tuntang, bus Palapa ini tiba-tiba oleng kemudian masuk ke sungai. Terdengar suara benda berat jatuh ke air "SPLASH!!". Penduduk yang melihat berteriak sekencang-kencangnya memberitahu penduduk lain bahwa ada bus yang terjatuh ke sungai. Tiang-tiang listrik dipukul sekencang-kencangnya oleh para saksi mata, berharap agar penduduk yang lain segera keluar dan memberi pertolongan.


Beberapa orang melompat menceburkan diri, mencoba menolong para penumpang. Tapi apa daya, arus sungai terlampau kuat dan air terlampau keruh. Arus yang kuat membengkokkan badan bus sehingga pintu-pintu bus tidak dapat dibuka. Tak ada seorangpun penumpang yang berhasil diselamatkan pada hari itu. Ternyata, inilah yang dimaksud dengan "pitik sak kandange" dalam wangsit yang di terima oleh pak T. Dan malam itu Rawa Pening berpesta, suara gamelan terdengar hingga beberapa hari kemudian. Sejak saat itu, semua bis bersedia menurunkan penumpang di sekitar jembatan utama Tuntang. 


Sumber 

Anak Gimbal, Anak Titipan Ratu Pantai Selatan

Dataran tinggi Dieng yang berada di Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Jawa Tengah ini memang dikenal dengan pesona alamnya yang memukau. Keindahan alam serta budaya yang tersimpan, menjadikan tempat ini dikenal dengan sebutan Negeri Para Dewa, seperti penamaan Dieng yang secara etimologi berasal dari dua kata dalam bahasa Kawi "diâ" yang berarti gunung dan "hyangâ" yang berarti dewa.

Satu pemandangan menarik yang segera menyita perhatian wisatawan saat ke Dieng adalah keberadaan anak - anak gimbal, warga sekitar menyebutnya anak - anak gembel. Menurut cerita warga, anak - anak ini merupakan titipan Nyi Ratu ( Ratu Laut Selatan ) dan titisan Mbah Kolodite. Jika anak gimbal laki - laki merupakan titisan Mbah Kolodite, maka yang perempuan merupakan titisan Nini Ronce Kala Prenye.

Mbah Kolodete atau yang lebih sering dipanggil oleh masyarakat Dieng dengan sebutan Kiai Kolodete adalah nama seorang pengelana yang merupakan cikal bakal pemu****n di daerah Pegunungan Dieng. Kiai Kolodete dipercaya sebagai orang yang 'berilmu'. Selain memiliki ilmu yang tinggi,dia juga dikenal sebagai pengayom dan pembela rakyat kecil. Dia disegani para musuh, tetapi dicintai teman dan warganya.

Menurut juru kunci atau pemangku adat, Mbah Ruswanto, Kiai Kolodete datang ke Dieng sekira tahun 1628 M. Ia adalah seorang raja besar di Jawa Timur. Lalu pada peristiwa runtuhnya Majapahit, banyak yang melarikan diri ke Bali, sementara Kiai Kolodete bersama Kiai Karim dan Kiai Walik lari ke Pegunungan Dieng dimana pada saat itu Pegunungan Dieng masih berupa hutan belantara.

"Sebutan kiai ini bukan berarti seperti kiai agama Islam sekarang ini, lebih mengarah sebutan untuk seseorang yang memiliki kesaktian atau kelebihan. Kemudian, ia dipercaya oleh Nyi Ratu Selatan untuk menitipkan anak gembel di daerah Dieng ini" jelasnya.

Namun, menurut cerita rakyat yang berkembang, datangnya rambut gimbal memang dari Nyi Ratu Selatan yang kemudian dititipkan kepada Kiai Kolodete, hingga nantinya rambut gimbal tersebut kembali ke Nyi Ratu melalui proses pemotongan rambut.

Kiai Kolodete juga memiliki rambut gimbal yang panjang. Ia pernah bersumpah tidak akan mencukur rambutnya hingga kawasan Dataran Tinggi Dieng makmur. Bila keinginannya tidak terkabul, dia akan menitiskan rohnya kepada anak yang baru lahir atau anak yang baru belajar berjalan. Sebagai bukti titisannya, si anak akan berambut gimbal.

Berangkat dari legenda tersebut, warga Dieng menempatkan anak berambut gimbal lebih tinggi dari anak sebayanya. Anak berambut gimbal juga dipercaya memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan dunia maya. Maka jarang orang yang berani sembarangan dengan anak gimbal ini. Keberadaan anak gimbal justru dianggap sangat berkah bagi keluarga.

"Karena datangnya tidak bisa diminta dan tidak bisa pula ditolak, ini merupakan titipan dari leluhur. Untuk itu, bagi orangtua yang mempunyai anak gembel, harus prihatin. Bersiap - siap untuk selalu memenuhi apa yang menjadi keinginan mereka," kata Mbah Ruswanto.

Uniknya, pada mulanya rambut anak - anak ini tumbuh normal sewaktu lahir. Rambut gimbal bisa dihilangkan melalui prosesi ruwatan yang diadakan secara massal. Rambut gimbal tersebut juga tidak bisa dipotong sembarangan. Rambut sudah bisa dipotong jika si anak sudah akil baligh, dan dengan kemauan anak itu sendiri. Orangtua tidak dapat memaksa mereka untuk potong rambut. Jika dipaksakan, anak tersebut akan terserang sakit parah dan rambut gimbal akan tumbuh lagi.

Tak hanya itu, si anak pun memiliki syarat jika rambutnya ingin dipotong. Apa yang menjadi keinginannya, orangtua harus memberikan. Jika tidak dituruti apa yang menjadi keinginanya, dan rambut gimbal sudah terlanjur dipotong, rambut gimbal dalam waktu tiga bulan kemudian akan kembali tumbuh. Ibaratnya, anak gimbal ini memang sangat istimewa, diperlakukan secara luar biasa dan berbeda dari kebanyakan anak pada umumnya.

Permintaan yang terlontar dari mulut mereka pun dipercaya bukan berdasarkan keinginannya, melainkan dari leluhur. Sehingga apapun yang menjadi keinginan anak gimbal satu dengan yang lain tentulah berbeda, tidak bisa diprediksi. Ada yang meminta seekor kambing, bahkan ada salah satu anak gimbal yang rambutnya sudah sempurna tidak ikut ruwatan karena ia meminta suatu hal yang belum bisa diwujudkan oleh orangtuanya.

Dia adalah Muhammad Alfarizi Masaid (10 ), memiliki rambut gimbal jenis pari kecil seperti padi. Sejak usia 2 tahun, rambut gimbalnya sudah mulai tumbuh hingga kini ia berusia 10 tahun. Rizi merupakan maskot dari anak gimbal yang ada di Dieng berjenis kelamin laki - laki. Karena pada umumnya anak gimbal di Dieng hampir 90 persen berjenis kelamin perempuan.

Dulunya, memang persentase laki - laki dan perempuan seimbang. Namun seiring berjalannya waktu, justru perempuan menjadi sangat dominan yang berambut gimbal. Rizi baru mau diruwat jika saat ruwatan ditampilkan pertunjukan Reog Ponorogo dan barongsai. Ini belum disanggupi oleh kedua orangtuanya, seperti halnya Nisa. Dia belum ingin diruwat karena orangtuanya belum bisa memenuhi keinginannya memiliki akuarium.

Sebelum upacara pemotongan rambut, ada ritual doa di beberapa tempat agar upacara berjalan lancar. Tempat tersebut adalah Candi Dwarawati, komplek Candi Arjuna, Sendang Maerokoco, Candi Gatot Kaca, Telaga Balai Kambang, Candi Bima, Kawah Sikidang, Komplek Pertapaan Mandalsari ( gua di telaga warna ), Kali Pepek, dan tempat pemakaman Dieng. Malam harinya akan diadakan upacara jamasan Pusaka, pencucian benda pusaka yang akan dibawa saat arak - arakan anak gimbal.

Prosesi pertama - tama dilakukan dengan mengarak anak gimbal yang akan diruwat. Ketika sesajen sudah siap diusung, para sesepuh sudah mengenakan pakaian Jawa lengkap, orang - orang sudah mulai berdatangan, penari melakukan geraknya, kemudian anak gimbal diantar keluarganya dengan bagian atas kepala mereka diikat kain putih yang melingkar menutupi kening hingga rambut bagian belakang. Gimbal - gimbal dibiarkan tergerai begitu saja. Kemudian, anak - anak gimbal tersebut diarak di sepanjang jalan Dieng Kulon hingga sampai ke kompleks candi untuk segera melalui prosesi pemandian.

Anak - anak gimbal berjejer dipangku orangtuanya. Kemudian, pemangku adat dan sesepuh berdoa di depan sumur. Di sinilah air akan diambil guna dipakai untuk jamasan rambut anak - anak gimbal. Rambut dan wajah mereka dibasuh dengan dedaunan yang dibasahi oleh air dari sumur Sendang Sedayu dengan dicampur kembang 7 rupa.

Setelah proses pemandian selesai, mereka kembali diarak menuju kompleks Candi Arjuna untuk segera melakukan pemotongan rambut. Ada mahar - mahar atau sesajen yang sudah tertata rapi. Sesajian berupa makanan tradisional Dieng, ayam, buah - buahan, yang nantinya selesai acara akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir.

Upacara pemotongan rambut berlangsung sekira 30 menit. Penutupan rangkaian acara ruwatan adalah pelarungan rambut gimbal di Telaga warna. Airnya mengalir ke Sungai Serayu dan berhilir di Pantai Selatan di Samudera Hindia. Untuk dikembalikan kepada Nyi Ratu Selatan.








Misteri Dibalik Kecantikan Nyi Roro Kidul

Masyarakat Tanah Jawa tentu sudah akrab dengan legenda yang berkisah tentang keberadaan Nyi Roro Kidul. Nyi Roro Kidul adalah sosok penguasa laut selatan yang digambarkan memiliki kecantikan abadi sepanjang masa. Beragam dongeng tentang keberadaannya banyak diceritakan dalam buku dengan berbagai versi. Versi cerita ini berbeda tergantung pada daerah dan lokasi di mana dongeng itu diceritakan. Versi Nyi Roro Kidul di daerah pesisir Malang Selatan tentu akan jauh berbeda dengan versi Nyi Roro Kidul di daerah Yogyakarta atau Jawa Barat.
Di antara berbagai versi cerita yang banyak beredar di lingkungan masyarakat, terdapat satu kesamaan yang diceritakan oleh para pendongeng yaitu kecantikan sang ratu. Selain cantik, sosok Ratu Kidul merupakan sosok agung yang dimuliakan dan dihormati dalam mitologi Jawa. Masyarakat Jawa mengenal sebuah istilah "telu-teluning atunggal" yang berarti tiga sosok menjadi satu kekuatan yaitu Eyang Resi Projopati, Panembahan Senopati, dan Ratu Kidul. Ratu Kidul juga dipercaya menjadi "istri spiritual" raja-raja trah Mataram.

Berpakaian serba hijau
Nyi Roro Kidul digambarkan sebagai sosok yang anggun dan mempesona serta memiliki tatapan yang syahdu dan memukau. Wajah Nyi Roro Kidul menyiratkan sebuah sifat kebijaksanaan. Selain itu, Nyi Roro Kidul dikatakan selalu mengenakan pakaian berwarna hijau. Oleh sebab itu, konon ketika Anda mengunjungi pantai selatan, Anda dilarang memakai baju berwarna hijau. Nyi Roro Kidul, menurut deskripsi, adalah sosok yang memakai mahkota ratu dan memakai kain selendang di bahu. Nyi Roro Kidul biasa digambarkan dengan tata rias khas Jawa dengan sorot mata yang tajam dan menusuk. Konon, tatapan mata Nyi Roro Kidul inilah yang biasa menjadi pusat mistis lukisan-lukisannya.

Berpakaian khas kerajaan
Menurut versi cerita masyarakat Yogyakarta, Nyi Roro Kidul sering terlihat mengenakan pakaian khas kerajaan. Nyi Roro Kidul biasa digambarkan dengan pakaian khas kerajaan dengan atasan berbentuk kemben dengan warna hijau. Nyi Roro Kidul juga selalu memakai mahkota berwarna emas di kepalanya. Selain itu, aksesoris berupa gelang emas juga selalu dipakai. Karena parasnya yang sangat cantik, Nyi Roro Kidul juga dipanggil dengan sebutan matahari yang bersinar. Sedangkan menurut versi cerita Babad Tanah Jawi, Nyi Roro Kidul sering menampakkan diri dengan diikuti berbagai perangkat serta ornamen perang. Meskipun begitu, kecantikan abadi Ratu Pantai Selatan ini tidak pernah berhenti terpancar. Pakaian khas kerajaan yang dikenakan Nyi Roro Kidul seolah menambah sisi mistis kecantikannya. Nyi Roro Kidul sering diilustrasikan mengendarai kereta keraton dengan busana kebesaran itu.

Menurut penuturan masyarakat, siapa saja bisa melihat sosok Nyi Roro Kidul. Anda hanya perlu pergi ke Pantai Karang Hau di Sukabumi, Jawa Barat. Di sana, Anda hanya perlu masuk ke Samudra Beach Hotel, sebuah hotel paling tua dan paling unik di sana. Di hotel tersebut terdapat sebuah kamar bernomor 308 yang konon khusus disediakan untuk Nyi Roro Kidul. Menurut mereka yang sudah pernah mengunjungi tempat itu, siapa pun bisa bertemu dengan sosok ratu jelita ini. 








Sejarah Lampu Riting atau Lampu Sein

Pada abad ke-18, kendaraan beroda masih berbentuk gerobak biasa dengan tempat duduk yang ditarik oleh kuda. Tapi menjelang peralihan abad ke-18, fungsi kuda sebagai penarik kendaraan mulai digantikan oleh tenaga uap dan bahan bakar lainnya. Adalah Nicholas Cugnot, orang inggris yang berhasil memperkenalkan temuannya berupa kendaraan yang dapat berjalan tanpa kuda, yaitu dengan bahan bakar uap. Walaupun bentuknya masih standar, tapi kendaraan buatan Cugnot inilah yang kemudian menginspirasi para ahli untuk dapat menciptakan kendaraan-kendaraan yang lebih canggih, seperti Henry Ford dan Gottlieb Daimler.





Henry Ford dan Gottlieb Daimler berhasil menciptakan kendaraan yang disertai mesin penggerak dan mobil dengan bahan bakar bensin. Seiring penemuan-penemuan tersebut, tren penggunaan mobil pun makin merajalela. Pada awalnya hanya kalangan kaya dan kaum bangsawan yang bisa membeli kendaraan jenis ini. Tapi lama-kelamaan harga mobil ini makin turun dikarenakan produsen mobil yang makin banyak.




Hal ini di satu sisi menguntungkan banyak pihak karena sarana transportasi menjadi lebih maju dan lebih cepat. Tapi di satu sisi, jumlah mobil yang makin banyak juga menimbulkan permasalahan tersendiri, yaitu kecelakaan. Sebelum diciptakannya kendaraan bermesin seperti mobil, kendaraan yang ada hanya sebatas sepeda dan gerobak kuda, sehingga jika terjadi kecelakaan, tidak ada korban jiwa. Paling hanya memar biasa (maklum saja, kecepatan sepeda dan gerobak kuda saat itu tak lebih dari 20 km per jam). Tapi lain halnya dengan mobil bertenaga bensin yang bisa melaju sampai kecepatan 50 km per jam. Maka kemudian bisa ditebak apa yang terjadi, yaitu banyak nyawa yang melayang karena kecelakaan.




Dan sebagian besar kecelakaan yang terjadi adalah tabrakan di tikungan. Hal ini dikarenakan belum adanya alat yang bisa menandakan bahwa mobil tersebut akan belok kanan, belok kiri, ataupun lurus. Para pengendara hanya mengandalkan teriakan mereka untuk memberi tahu pada pengguna jalan lain bahwa mereka akan berbelok. Tapi itu tidak efektif, karena kesadaran para pengendara yang masih rendah dan tak mau capek-capek berteriak untuk memberitahukan pada pengguna jalan lainnya.




Oleh karena itu, kemudian diciptakan alat pemberi tanda bahwa kendaraan akan berbelok, yaitu sebuah lonceng atau peluit uap. Sekitar tahun 1920-an, pabrik-pabrik kendaraan di Jerman mulai memasang lonceng dan peluit di kendaraan produksi mereka. Lonceng ini berfungsi sebagai tanda bahwa mobil akan belok. Cara kerja lonceng atau peluit ini sangat sederhana, yaitu jika lonceng berbunyi sekali, berarti mobil akan belok ke kanan, jika berbunyi dua kali, maka kendaraan berarti akan belok kiri, jika tak ada bunyi lonceng, berarti kendaraan tidak belok (lurus). Sehingga para pengemudi tak perlu capek2 berteriak, mereka cukup menarik tali yang akan terhubung ke lonceng indikator itu tadi.




Tapi, ternyata penggunaan lonceng indikator inipun tak efektif. Hal ini dikarenakan jika aktivitas lalu lintas ramai, maka bunyi lonceng yang bersahut-sahutan justru akan membingungkan para pengguna jalan. Maka perlu dicari alat indikator lain yang lebih baik dan efektif.

Dan akhirnya pada tahun 1930 , atas saran seorang penduduk lokal Inggris, maka dibuatlah sebuah alat indikator yang berupa lampu tambahan yang dipasang persis di samping lampu penerangan utama. Indikator ini ternyata sangat efektif dan lebih mudah digunakan. Pengendara cukup menekan tombol kontak yang tersambung dengan lampu indikator. Lampu yang kemudian lebih dikenal dengan light sein ini (orang Indonesia lebih mengenalnya sebagai lampu riting) kemudian menjadi standar baru pembuatan kendaraan bermotor di seluruh dunia.



Nah, setelah tau sejarahnya, pada pengen tau dong apa aja sih komponen dari lampu riting itu? Penasaran?

Flasher
Flasher adalah komponen pemberi sinyal positif (+) yang memiliki frekuensi tetap, misalnya 2,5 kali per detik. Karena flasher memberikan sinyal positif (+), maka bohlam yang mendapat sinyal positif (+) dari flasher tersebut akan hidup dengan sendirinya.

Pada umumnya flasher memiliki dua tipe:

1. Flasher electronic
Dalam prosesnya flasher electronic memanfaatkan rangkaian timer/rangkaian flip-flop yang dapat memberikan sinyal on/off.

2. Flasher bimetal
Flasher bimetal memanfaatkan pemuaian metal akibat dari pemanasan. Cara kerjanya cukup sederhana, plat warna merah mengalami pemanasan akibat adanya kumparan yang melilit plat warna merah tersebut. Ketika memuai maka plat akan melengkung yang mengakibatkan terminal kontak berpisah. Ketika terminal kontak berpisah maka plat akan mengalami pendinginan dan mulai menyusut. Ketika plat menyusut, terminal kontak akan kembali bersentuhan yang mengakibtakan terjadi arus pemanasan lagi. Begitu terus berulang-ulang hingga dimatikan.

Saklar sein
Saklar merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk memutuskan atau menghubungkan aliran listrik. Saklar pada sein bertugas untuk membagi sinyal positif (+) dari flasher yang akan ditujukan untuk bohlam kanan atau kiri. Saklar sein pada umumnya terdiri atas tiga terminal, yaitu satu terminal yang berada di tengah dan dua terminal pembagi yang berada di kiri dan kanan. Alat ini bekerja sesuai dengan perintah, ketika saklar di geser ke kanan maka terminal yang berada di tengah akan menyalurkan sinyal positif (+) ke terminal sebelah kanan yang kemudian diteruskan ke bohlam kanan. Sehingga lampu sein sebelah kanan akan menyala berkedip-kedip. Begitu juga sebaliknya, jika saklar di geser ke kiri maka terminal yang berada di tengah akan menyalurkan sinyal positif (+) ke terminal sebelah kiri yang kemudian diteruskan ke bohlam bagian kiri. Sehingga menyalalah lampu sein sebelah kiri.

Bohlam
Bohlam merupakan satu dari komponen lampu sein. Karena jika tidak ada bohlam maka lampu sein tidak akan menyala walau saklarnya dihidupkan. Setiap bohlam memiiliki spesifikasi yang berbeda. Jadi seandainya bohlam rusak atau mati, diganti dengan bohlam yang memiliki spesifikasi yang sama. Karena jika watt dari bohlam yang diganti lebih kecil akan terjadi kedipan yang lebih cepat dari biasanya. Atau jika diganti dengan watt yang lebih besar maka akan merusak flasher.



Oiya, selain lampu riting, juga dikenal yang namanya lampu hazard. Pada tau kan lampu hazard itu apa? Atau ada yang belum tau? Langsung disimak aja penjelasannya :

Lampu Hazardsering dikaitkan dengan lampu sein karena berada pada tempat yang sama. Bedanya ketika lampu hazard dihidupkan maka lampu sein kanan kiri akan hidup secara bersamaan. Dan ketika lampu hazard ini dihidupkan maka penggunaan lampu sein tidak akan berfungsi karena tertutup oleh lampu hazard yang sedang menyala. Lampu hazard adalah lampu yang khusus digunakan ketika sebuah mobil atau kendaraan sedang mengalami masalah. Dengan menghidupkan lampu hazard, mobil atau kendaraan yang sedang mengalami masalah dapat memberikan isyarat kepada pengguna kendaraan lain bahwa kendaraan sedang mengalami masalah. Penggunaan lampu hazard sangat disarankan digunakan ketika mobil atau kendaraan dalam keadaan berhenti atau menepi di pinggir jalan.




Misteri di Kastil Angker, Edinburgh






Dengan rentang 900 tahun sejarah panjang yang menyertainya, menjadi sebuah kejutan jika Kastil Edinburgh tidak menjadi salah satu lokasi bersejarah paling berhantu di Skotlandia. Sejak dibangun pada awal abad 12 sebagai benteng militer, Kastil Edinburgh menjadi saksi berbagai kisah kelam seperti peperangan, eksekusi dan perebutan oleh kerajaan Inggris.

Seperti di antaranya kekejaman yang dilakukan oleh Aleksander Stewart Duke of Albany. Bangsawan yang pernah menetap di kastil ini pernah menusuk seorang penjaganya hingga mati dan selanjutnya membakar tubuh mereka. Kisah tragis lain adalah ketika Lady Janet Douglas dari Glamis dibakar dengan kondisi terikat di tiang karena dituduh melakukan praktek sihir.

Kisah seram lainnya adalah ketika seorang prajurit kastil yang secara misterius hilang saat berjalan ke salah satu bagian ruang bawah tanah kastil. Beragam kisah tragis yang mengiringi membuat Kastil Edinburgh berubah menjadi salah satu objek wisata unik yang paling banyak dikunjungi. Pasalnya, Kastil Edinburgh menawarkan wisata hantu dengan menyusuri berbagai ruangan kastil dan lorong bawah tanah demi mendapatkan sensasi bersentuhan dengan ‘dunia lain’.




Tercatat pada tahun 2011, kastil yang berada dalam pengelolaan badan sejarah Skotlandia ini dikunjungi lebih dari 1,3 juta pengunjung. Kastil ini memiliki berbagai ruangan seperti Gerbang Portcullis dan Menara Argyle, barak militer, rumah tahanan militer, tempat pemakaman hewan, ruang Royal Palace, aula utama, ruangan Ratu Anne dan gereja St Margareth.

Sejumlah wisatawan yang mengunjungi kastil ini tidak memungkiri mereka merasakan pengalaman paranormal sepanjang wisata mereka. Seperti suhu udara yang tiba-tiba berubah menjadi dingin di titik tertentu lokasi di area kastil. Atau sesuatu yang tidak kasat mata seakan-akan menarik pakaian para wisatawan. Semuanya menjadi pengalaman tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kastil Edinburgh.

Seandainya tur keliling di sekita benteng belum cukup, para wisatawan bisa mencoba untuk uji nyali dengan menelusuri ruang bawah tanah Kastil Edinburgh yang dikabarkan menyimpan suasana seram berbeda. Sebab ruang bawah tanah pernah menjadi lokasi tewasnya para korban wabah menular yang dikarantina dan dibiarkan meregang nyawa di ruangan ini.



Misteri Kekuatan Bambu Runcing Pada Perang Kemerdekaan

Hari Pahlawan 10 November identik dengan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan NKRI. Salah satu ikon penting dalam perang kemerdekaan adalah bambu runcing. Bagaimana asal-usul dan kehebatan senjata tradisional pejuang Indonesia ini?

Bambu runcing sebenarnya strategi standar untuk menghalau gerakan musuh. Alat ini sudah digunakan oleh pihak kolonial menghalau masuknya Jepang ke Indonesia. Diceritakan, ketika armada Jepang mendekati Pulau Jawa akhir Februari 1942, Belanda mengira akan menerjunkan pasukan payung di atas wilayah Kalijati. Maka diperluaslah ribuan bambu yang diruncingkan ujungnya untuk menyambut pasukan para Jepang.





Rupanya Jepang mendarat di pantai laut dekat Eretan, langsung menuju Subang dan akhirnya mengancam Kalijati juga. Belanda pun menyerah, dan Jepang menguasai Jawa. Strategi bambu runcing yang sebelumnya dipakai oleh Belanda justru dimanfaatkan oleh pihak Jepang. Bambu runcing kemudian dijadikan alat latihan baris-berbaris para pemuda Seinendan, Keibodan, Gakutotai, Hizbullah dan lain-lain. para pemuda dengan penuh semangat mempergunakan “takeyari” ini untuk ditunjukan kepada musuh Jepang yakni sekutu, termasuk Belanda.


Apakah berarti Belanda yang menggunakan bambu runcing pertama kali, lalu diadopsi oleh Jepang dan akhirnya pejuang kita? Untuk memahami sejarahnya, kita harus mengikuti kisah berikut ini, "Bambu Runcing Parakan."

Di daerah Parakan Temanggung, Jawa Tengah, hiduplah Kiai Subchi, seorang ulama yang sangat tawadhu dan dihormati masyarakat sekitar. Kiai Subchi tiap hari berkeliling kampung mengajar ngaji dan menjadi penyuluh pertanian. Bila ada satu persoalan, masyarakat sering mendatanginya untuk mencari solusi.




Di tahun 1941, dia mengumpulkan para santri dan pemuda desa untuk mengadakan persiapan perang. Hadir dalam pertemuan tersebut Kiai Noer (Putera Kiai Subchi) dan lurah Masúd (Adik Kiai Subchi). Dalam pertemuan tersebut dibentuk pasukan Hizbullah-Sabilillah di bawah pimpinan Kiai Subchi sendiri.

Pasukan yang baru dibentuk ini mengalami kendala dalam hal persenjataan. Yang ada baru pedang, golok, klewang, keris, tombak dan sebagainya. Namun senjata-senjata ini pun terbatas dimiliki warga. Sebab itu, Kiai Noer mengusulkan agar pasukan yang bari dibentuk ini dipersenjatai dengan cucukan (Bambu yang diruncingkan ujungnya). Dengan alasan bambu mudah diperoleh di mana-mana dan mudah membuatnya. Selain itu, luka yang diakibatkan oleh tusukan cucukan juga lebih parah akibatnya sehingga sulit di obati.

Usul ini akhirnya diterima secara mufakat. Hanya saja, menurut Kiai Subchi masih ada kendala, yakni bagaimana membuat rakyat bersemangat dan yakin jika hanya dengan bersenjatakan cucukan, bisa menghadapi musuh dan meraih kemenangan.


Peristiwa ini menimbulkan 'darah baru' atau semangat di kalangan pemuda saat itu dan yakin jika senjata baru ini memiliki keistimewaan yang dahsyat. Hal ini akhirnya menjadi satu “ritual” yang tidak dilewatkan, setiap ada pasukan baru dengan senjata cucukan, mereka pasti mendatangi Kiai Subchi untuk meminta doánya.


Setahun setelah firasat Kiai Subchi, Jepang pun datang dan pecah perang besar antara Belanda melawan Jepang. Pasukan Jepang pernah ingin menguasai Parakan, namun dihadang oleh Pasukan Bambu Runcing Kiai Subchi. Dan akhirnya Jepang pun mengurungkan niatnya ke Parakan dan meneruskan geraknya ke Wonosobo. Kabar keberhasilan pasukan cucukan Kiai Subchi menghalau pasukan Jepang ini menjadi buah bibir pasukan lainnya.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Magelang masih diduduki Jepang. Pasukan Hizbullah dari daerah Parakan dan daerah Kedu bersatu untuk mengusir Jepang dari Magelang. Dalam pertempuran tersebut Jepang terlihat sangat ketakutan menghadapi pasukan cucukan yang di pimpin Kiai Subchi. Hal ini menaikan pamor senjata cucukan atau Bambu Runcing.

Sejak itulah, seiring naiknya pamor cucukan, maka sosok Kiai Subchi pun menjadi terkenal. Apalagi pasukannya juga berhasil memukul mundur pasukan Gurkha dari Magelang hingga ke Semarang. Para pejuang kemerdekaan pun berduyun-duyun datang ke Parakan, lengkap dengan bambu runcingnya, untuk menemui Kiai Subchi dan meminta doá nya.

Para pejuang itu datang dari Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta sampai kawasan Banyuwangi, dengan naik kereta api yang penuh sesak dengan bambu runcing. Sejak saat itu bambu runcing telah menjadi senjata Jihad Fii Sabilillah yang terkenal keampuhannya. Bambu Runcing yang dipakai Kiai Subchi sendiri menjadi legenda. Bahkan diminta oleh Museum ABRI untuk dijadikan koleksi bersejarahnya.


Jepang 130 Tahun Yang Lalu (Kumpulan Foto Kuno Banget Gan, Oleh Kusakabe Kimbei)

Kusakabe Kimbei (日下部 金兵衛)(1841 – 1934) adalah seorang fotografer Jepang. Dia biasanya dipanggil dengan nama depannya, Kimbei, karena para pelanggannya, yang kebanyakan adalah orang asing yang tidak bisa berbicara bahasa Jepang, merasa lebih mudah menyebutkan Kimbei daripada nama keluarganya, Kusakabe.

Kusakabe Kimbei bekerja sama dengan Felice Beato dan Baron Raimund von Stillfried sebagai pewarna foto dan asistennya sebelum dia membuka workshop-nya sendiri di Yokohama pada tahun 1881 di Benten-dori, dan sejak 1889 ia beroperasi di Honmachi. Dia juga sempat membuka sebuah cabang usaha di Ginza, Tokyo. (sumber: wikipedia)



































 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Hal Unik - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger